Wednesday, March 9, 2011

Pernyataan Sikap Masyarakat Sipil Pembela Kesetaraan dan Keadilan bagi Perempuan Menyikapi Pernyataan Pejabat Publik Yang Melecehkan Perempuan

Dalam hari-hari terakhir ini bermunculan pernyataan tidak terpuji dari Pejabat Publik, Figur Publik dan Pengamat Indonesia yang bersifat melecehkan perempuan. Salah satunya Jimly Asshiddiqie (Anggota Dewan Pertimbangan Presiden) dalam acara seminar nasional 'Redefinisi Lembaga Pemerintah Non-Kementerian dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia' hari Selasa, 1 Maret 2011 mengeluarkan statement yang tendesius dengan
mengatakan "Yang belum ada Komnas untuk janda- janda saja. Kalau ada komnas untuk janda, nanti para duda juga minta dibuatkan Komnas" (statement di DetikNews Online).

Sementara itu Tjipta Lesmana dalam wawancara di program Apa Kabar Indonesia Pagi di TV One, Selasa, 1 Maret 2011 memberikan ilustrasi yang melecehkan perempuan dengan analogi penyampaian informasi tentang PSSI“'ibarat kalau perempuan itu kita buka bajunya sedikit demi sedikit”. Selain dua orang pejabat tersebut, Marzuki Alie juga baru melontarkan komentar terkait TKW-PRT yang menimbulkan perdebatan dalam mailing list dan website media sosial.

Berbagai pernyataan pejabat publik ini jelas merupakan bentuk pelecehan dan mendiskriminasi perempuan. Sangat disayangkan walau Indonesia telah meratifikasi Konvensi tentang Penghapusan Segala bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW) melalui UU nomor 7 tahun 1984, namun masih terus terjadi tindakan pelecehan dan diskriminasi perempuan melalui pernyataan-pernyataan pejabat publik. Salah satu pasal dalam CEDAW ini mengharuskan negara mengambil tindakan tepat untuk menghapuskan semua prasangka, kebiasaan, dan praktek yang didasarkan pada pemikiran
stereotip perempuan dan laki-laki yang dapat merendahkan martabat salah satunya.

Selain itu, dengan menempatkan janda dan perempuan sebagai obyek canda dan perempuan dalam konteks objek seksual ketika membahas masalah yang serius, telah menunjukkan kepicikan dan rendahnya budi pekerti dan integritas yang bersangkutan selaku pejabat dan tokoh yang seharusnya memberikan contoh dan perilaku yang baik bagi masyarakat.

Untuk itu kami masyarakat sipil pembela kesetaraan dan keadilan bagi perempuan, menyatakan protes keras dan mengecam Jimly Asshiddiqie dan Tjipta Lesmana, juga pejabat lainnya, atas pernyataan dan sikapnya tersebut. Kami menuntut yang bersangkutan untuk meminta maaf kepada Perempuan Indonesia dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali.

Kami juga meminta para Pejabat, Tokoh dan Figur Publik lainnya untuk mengembangkan perilaku dan komunikasi yang tidak melanggar kehormatan dan martabat perempuan serta meminta media massa untuk tidak menyiarkan dan memberitakan hal-hal yang melecehkan dan merendahkan martabat perempuan.

Jakarta, 2 Maret 2011

1. Nani Zulminarni – SEKNAS PEKKA

2. Wahyu Susilo – INFID

3. Olin Monteiro – Yayasan Jurnal Perempuan (Jakarta)

4. Budi Wahyuni - PKBI Jogjakarta

5. Indry Oktaviani - SCN - CREST, Jakarta

6. Valentina Sagala – individu (Bandung)

7. Ellin Rozana - Institut Perempuan (Bandung)

8. Ika Ardina - individu (Jakarta)

9. Dewi Amanatun Suryani – Divisi Advokasi Ketenagakerjaan,
Pimpinan Pusat Aisyiyah

10. Mukhotib MD -PAUD Pandan Wangi (Magelang)

11. Nunung Fatma, individu (Jakarta)

12. Erni Agustini – individu

13. Mimi Kowel – individu

14. Danielle Johanna PS - individu

15. Herlambang Perdana - Human Rights Law Studies/HRLS, Unair

16. Bekti Andari - individu

17. Irine Kristanti - JKLPK Indonesia (Jaringan Kerja Lembaga
Pelayanan Kristen di Indonesia)

18. Siti Nurjanah, individu

19. Kiki Febriyanti, individu

20. Julia Suryakusuma, kolumnis

21. Lolly Suhenty – individu

22. Eva Fitrina - individu

23. Anis Hidayah – Migrant Care, Gerakan Rakyat untuk Penghapusan
Kekerasan Terhadap Perempuan

24. Oet Eno, individu

25. Hindun Anisah -- LPBHNU Jepara

26. Laila Jauharoh -- LKKNU Jepara

27. Ahmad Syakur - Lembaga Kajian untuk Transformasi Sosial

28. Damairia Pakpahan, Circle Indonesia

29. Yohanes Masenus daArus - Circle Indonesia

30. Yuda Irlang, Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan

31. Daniel Alcazar, individu

32. Saidiman, Jaringan Islam Liberal

33. Rahmiwati Agustini - FPMP Sulsel

34. Ambo Masse - Ylks sulsel

35. Zohra Andi Baso. Koalisi aktivis Perempuan Sulsel

36. Aflina Mustafainna - Koalisi Perempuan Indonesia Sulsel

37. Muliawati - Lepsem Sulsel

38. Rosniaty Sain - SP Angin Mamiri

39. Rosmiatis Azis - Simpul aspirasi Sulsel

40. A.Makasau Yayasan BontoLangkasa

41. Akhmad Murtajib - INDIPT (Institut Studi untuk Penguatan
Masyarakat) Kebumen, Jawa Tengah

42. Syamsiah Sulsel – Individu

43. Marcelina Mai - LPKM Sulsel

44. Sarlina - Individu (Sulsel )

45. Lawiah - Individu (Sulsel)

46. Sunni - Individu (Sulsel)

47. LinaPalo - Individu (Sulsel)

48. Aida Milasari, Rumpun Gema Perempuan

49. Fitriani Sunarto

50. Merliana Lepita Simbolon

51. Laili Nuranisah

52. Agus F Hidayat

53. LAPAM (Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Marginal)

54. Aquino Hayunta

55. Lily Pulu

56. SPEKHAM Solo

57. Nani Saptariani (Bogor)

58. Sulaiman Zuhdi Maniki, Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA)

59. KAPAL Perempuan

60. Gunawan (LP3ES Jakarta)

61. Titik Hartini (ACE Jakarta)

62. M. Firdaus, ASPPUK

63. Rini Suryadi (New York, USA)

64. Lusia Palulungan, LBH APIK Makassar

65. Niken, Just Associates South East Asia (JASS SEA)

66. Fitri Bintang Timur, Institute for Defense Security and Peace
Studies

67. Amiruddin-Individu (Sulsel)

68. Halimah - Sekolah Perempuan Sulsel

69. Hari Putri Lestari, Persatuan PerEmpuAn Peduli Generasi Indonesia
(sapu lidi)
mendukung.

70. Jerry Sumampou, Komite Pemilih Indonesia

71. Yayasan Kalyanamitra

72. Luh Riniti Rahayu, Bali Sruti

73. Mita Duarsa, Bali

74. Evie Permata Sari - Sahabat Perempuan dan Anak Indonesia

75. Nehik sri hidayati, Jurnal Perempuan

76. Luluk Nur Hamidah, Ketua Masyarakat Ahimsa

77. KPS2K (kelompok Perempuan dan Sumber-sumber Kehidupan)

78. Association of Pree School

79. Forum mahasiswa untuk riset independen Surabaya

80. Septiva Herlin Artati – individu.

81. Iva hasanah,

82. Rumi Handayani,

83. Sukemi,

84. Lusi sartono,

85. Dwi ira P

86. Ibu Maria Goreti.S.Sos.Msi (individu)

87. Elin Erita (individu)

88. Maria Tirtaningrum, di Surabaya, ibu rmh tangga

89. Tri agus s siswowiharjo

90. Irmasanthi D. - Individu (Den Haag)

91. Fanny Chotimah -Solo-

92. Binsar A. Hutabarat, Bekasi

93. ninuk pambudy
pekerja media

94. KPKPST (Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan Sulteng)

95. Maria Hartiningsih – Pekerja Media

96. Wilson M.A. Therik, anggota Forum Academia NTT

97. manneke budiman, FIB-UI Depok

98. Erwin Dwi Hartanto

99. Ratna ariani – Hanura

100. Gadis Arivia.

101. Edi Sri Mulyono – Cimahi

102. GARTINI ISA – individu

103. Women Crisis Center (WCC) Sinceritas – PESADA

104. Arif Nur Alam , Indonesia Budget Center (IBC)

105. Titi Sumbung, Pusat Pemberdayaan Perempuan Dalam Politik.

106. Maria Tirtaningrum, di Surabaya

107. Farini Pane

108. Junaedi, SEJUK

109. Binsar A. Hutabarat, Bekasi

110. Agung Wasono,

111. Firmansyah MS, P3Media Jakarta

112. Raihan --Beujroh Aceh

113. Daniel Alcazar Kaligis, mawale movement minahasa

114. Shelly Adelina, Prodi Kajian Wanita UI,

115. Rosmailis

116. Daniel zuchron, koord. Nasional JPPR (Jaringan Pendidikan
Pemilih untuk Rakyat)

117. Magdalena Sitorus

118. Hari Putri Lestari, Persatuan PerEmpuAn Peduli Generasi
Indonesia (sapu lidi) mendukung.

119. Jerry Sumampou, Komite Pemilih Indonesia

120. Yayasan Kalyanamitra

121. Luh Riniti Rahayu, Bali Sruti

122. Mita Duarsa, Bali

123. Evie Permata Sari - Sahabat Perempuan dan Anak Indonesia

124. Nehik sri hidayati, Jurnal Perempuan

125. Luluk Nur Hamidah, Ketua Masyarakat Ahimsa

126. Edith Koesoemawiria

127. Maria Pakpahan - BP RUMPUN

128. Tabrani Yunis, Direktur Center for Community Development
and Education (CCDE) Banda Aceh dan Majalah POTRET, Media Perempuan Aceh

129. Amin Shabana

130. Lely Zailani (Pergerakan - Bandung) dan Zulfa Suja
(HAPSARI -
Sumut)

131. Yanti KerLiP, Ketua Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan
(KerLiP) dan Kordinator Pendidikan dan IPTEK Planas Pengurangan Risiko
Bencana

132. Titi alexia.

133. Arif Nur Alam
Direktur Eksekutif IBC

134. Damar Haposan

135. Farah Diba – Gerakan Nurani Ibu

136. Mawar Angelina

137. Bonnie - Ayu Rai Laksmini

138. Elvi Hadriany (KPAI daerah Sumatera Utara)

- Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Wilayah Sumatera Utara

139. Opien – Jakarta

140. Domidoyo Ratupenu

141. Pardamean Romualdo Napitu --> Organisasi Perubahan Sosial
Indonesia (OPSI)

142. Nurhidayah
Solidaritas Perempuan Jabotabek

143. Deedee Achriani- Jurnal Perempuan

0 comments: