Dalam hari-hari terakhir ini bermunculan pernyataan tidak terpuji dari Pejabat Publik, Figur Publik dan Pengamat Indonesia yang bersifat melecehkan perempuan. Salah satunya Jimly Asshiddiqie (Anggota Dewan Pertimbangan Presiden) dalam acara seminar nasional 'Redefinisi Lembaga Pemerintah Non-Kementerian dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia' hari Selasa, 1 Maret 2011 mengeluarkan statement yang tendesius dengan
mengatakan "Yang belum ada Komnas untuk janda- janda saja. Kalau ada komnas untuk janda, nanti para duda juga minta dibuatkan Komnas" (statement di DetikNews Online).
Sementara itu Tjipta Lesmana dalam wawancara di program Apa Kabar Indonesia Pagi di TV One, Selasa, 1 Maret 2011 memberikan ilustrasi yang melecehkan perempuan dengan analogi penyampaian informasi tentang PSSI“'ibarat kalau perempuan itu kita buka bajunya sedikit demi sedikit”. Selain dua orang pejabat tersebut, Marzuki Alie juga baru melontarkan komentar terkait TKW-PRT yang menimbulkan perdebatan dalam mailing list dan website media sosial.
Berbagai pernyataan pejabat publik ini jelas merupakan bentuk pelecehan dan mendiskriminasi perempuan. Sangat disayangkan walau Indonesia telah meratifikasi Konvensi tentang Penghapusan Segala bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW) melalui UU nomor 7 tahun 1984, namun masih terus terjadi tindakan pelecehan dan diskriminasi perempuan melalui pernyataan-pernyataan pejabat publik. Salah satu pasal dalam CEDAW ini mengharuskan negara mengambil tindakan tepat untuk menghapuskan semua prasangka, kebiasaan, dan praktek yang didasarkan pada pemikiran
stereotip perempuan dan laki-laki yang dapat merendahkan martabat salah satunya.
Selain itu, dengan menempatkan janda dan perempuan sebagai obyek canda dan perempuan dalam konteks objek seksual ketika membahas masalah yang serius, telah menunjukkan kepicikan dan rendahnya budi pekerti dan integritas yang bersangkutan selaku pejabat dan tokoh yang seharusnya memberikan contoh dan perilaku yang baik bagi masyarakat.
Untuk itu kami masyarakat sipil pembela kesetaraan dan keadilan bagi perempuan, menyatakan protes keras dan mengecam Jimly Asshiddiqie dan Tjipta Lesmana, juga pejabat lainnya, atas pernyataan dan sikapnya tersebut. Kami menuntut yang bersangkutan untuk meminta maaf kepada Perempuan Indonesia dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali.
Kami juga meminta para Pejabat, Tokoh dan Figur Publik lainnya untuk mengembangkan perilaku dan komunikasi yang tidak melanggar kehormatan dan martabat perempuan serta meminta media massa untuk tidak menyiarkan dan memberitakan hal-hal yang melecehkan dan merendahkan martabat perempuan.
Jakarta, 2 Maret 2011
1. Nani Zulminarni – SEKNAS PEKKA
2. Wahyu Susilo – INFID
3. Olin Monteiro – Yayasan Jurnal Perempuan (Jakarta)
4. Budi Wahyuni - PKBI Jogjakarta
5. Indry Oktaviani - SCN - CREST, Jakarta
6. Valentina Sagala – individu (Bandung)
7. Ellin Rozana - Institut Perempuan (Bandung)
8. Ika Ardina - individu (Jakarta)
9. Dewi Amanatun Suryani – Divisi Advokasi Ketenagakerjaan,
Pimpinan Pusat Aisyiyah
10. Mukhotib MD -PAUD Pandan Wangi (Magelang)
11. Nunung Fatma, individu (Jakarta)
12. Erni Agustini – individu
13. Mimi Kowel – individu
14. Danielle Johanna PS - individu
15. Herlambang Perdana - Human Rights Law Studies/HRLS, Unair
16. Bekti Andari - individu
17. Irine Kristanti - JKLPK Indonesia (Jaringan Kerja Lembaga
Pelayanan Kristen di Indonesia)
18. Siti Nurjanah, individu
19. Kiki Febriyanti, individu
20. Julia Suryakusuma, kolumnis
21. Lolly Suhenty – individu
22. Eva Fitrina - individu
23. Anis Hidayah – Migrant Care, Gerakan Rakyat untuk Penghapusan
Kekerasan Terhadap Perempuan
24. Oet Eno, individu
25. Hindun Anisah -- LPBHNU Jepara
26. Laila Jauharoh -- LKKNU Jepara
27. Ahmad Syakur - Lembaga Kajian untuk Transformasi Sosial
28. Damairia Pakpahan, Circle Indonesia
29. Yohanes Masenus daArus - Circle Indonesia
30. Yuda Irlang, Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan
31. Daniel Alcazar, individu
32. Saidiman, Jaringan Islam Liberal
33. Rahmiwati Agustini - FPMP Sulsel
34. Ambo Masse - Ylks sulsel
35. Zohra Andi Baso. Koalisi aktivis Perempuan Sulsel
36. Aflina Mustafainna - Koalisi Perempuan Indonesia Sulsel
37. Muliawati - Lepsem Sulsel
38. Rosniaty Sain - SP Angin Mamiri
39. Rosmiatis Azis - Simpul aspirasi Sulsel
40. A.Makasau Yayasan BontoLangkasa
41. Akhmad Murtajib - INDIPT (Institut Studi untuk Penguatan
Masyarakat) Kebumen, Jawa Tengah
42. Syamsiah Sulsel – Individu
43. Marcelina Mai - LPKM Sulsel
44. Sarlina - Individu (Sulsel )
45. Lawiah - Individu (Sulsel)
46. Sunni - Individu (Sulsel)
47. LinaPalo - Individu (Sulsel)
48. Aida Milasari, Rumpun Gema Perempuan
49. Fitriani Sunarto
50. Merliana Lepita Simbolon
51. Laili Nuranisah
52. Agus F Hidayat
53. LAPAM (Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Marginal)
54. Aquino Hayunta
55. Lily Pulu
56. SPEKHAM Solo
57. Nani Saptariani (Bogor)
58. Sulaiman Zuhdi Maniki, Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA)
59. KAPAL Perempuan
60. Gunawan (LP3ES Jakarta)
61. Titik Hartini (ACE Jakarta)
62. M. Firdaus, ASPPUK
63. Rini Suryadi (New York, USA)
64. Lusia Palulungan, LBH APIK Makassar
65. Niken, Just Associates South East Asia (JASS SEA)
66. Fitri Bintang Timur, Institute for Defense Security and Peace
Studies
67. Amiruddin-Individu (Sulsel)
68. Halimah - Sekolah Perempuan Sulsel
69. Hari Putri Lestari, Persatuan PerEmpuAn Peduli Generasi Indonesia
(sapu lidi)
mendukung.
70. Jerry Sumampou, Komite Pemilih Indonesia
71. Yayasan Kalyanamitra
72. Luh Riniti Rahayu, Bali Sruti
73. Mita Duarsa, Bali
74. Evie Permata Sari - Sahabat Perempuan dan Anak Indonesia
75. Nehik sri hidayati, Jurnal Perempuan
76. Luluk Nur Hamidah, Ketua Masyarakat Ahimsa
77. KPS2K (kelompok Perempuan dan Sumber-sumber Kehidupan)
78. Association of Pree School
79. Forum mahasiswa untuk riset independen Surabaya
80. Septiva Herlin Artati – individu.
81. Iva hasanah,
82. Rumi Handayani,
83. Sukemi,
84. Lusi sartono,
85. Dwi ira P
86. Ibu Maria Goreti.S.Sos.Msi (individu)
87. Elin Erita (individu)
88. Maria Tirtaningrum, di Surabaya, ibu rmh tangga
89. Tri agus s siswowiharjo
90. Irmasanthi D. - Individu (Den Haag)
91. Fanny Chotimah -Solo-
92. Binsar A. Hutabarat, Bekasi
93. ninuk pambudy
pekerja media
94. KPKPST (Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan Sulteng)
95. Maria Hartiningsih – Pekerja Media
96. Wilson M.A. Therik, anggota Forum Academia NTT
97. manneke budiman, FIB-UI Depok
98. Erwin Dwi Hartanto
99. Ratna ariani – Hanura
100. Gadis Arivia.
101. Edi Sri Mulyono – Cimahi
102. GARTINI ISA – individu
103. Women Crisis Center (WCC) Sinceritas – PESADA
104. Arif Nur Alam , Indonesia Budget Center (IBC)
105. Titi Sumbung, Pusat Pemberdayaan Perempuan Dalam Politik.
106. Maria Tirtaningrum, di Surabaya
107. Farini Pane
108. Junaedi, SEJUK
109. Binsar A. Hutabarat, Bekasi
110. Agung Wasono,
111. Firmansyah MS, P3Media Jakarta
112. Raihan --Beujroh Aceh
113. Daniel Alcazar Kaligis, mawale movement minahasa
114. Shelly Adelina, Prodi Kajian Wanita UI,
115. Rosmailis
116. Daniel zuchron, koord. Nasional JPPR (Jaringan Pendidikan
Pemilih untuk Rakyat)
117. Magdalena Sitorus
118. Hari Putri Lestari, Persatuan PerEmpuAn Peduli Generasi
Indonesia (sapu lidi) mendukung.
119. Jerry Sumampou, Komite Pemilih Indonesia
120. Yayasan Kalyanamitra
121. Luh Riniti Rahayu, Bali Sruti
122. Mita Duarsa, Bali
123. Evie Permata Sari - Sahabat Perempuan dan Anak Indonesia
124. Nehik sri hidayati, Jurnal Perempuan
125. Luluk Nur Hamidah, Ketua Masyarakat Ahimsa
126. Edith Koesoemawiria
127. Maria Pakpahan - BP RUMPUN
128. Tabrani Yunis, Direktur Center for Community Development
and Education (CCDE) Banda Aceh dan Majalah POTRET, Media Perempuan Aceh
129. Amin Shabana
130. Lely Zailani (Pergerakan - Bandung) dan Zulfa Suja
(HAPSARI -
Sumut)
131. Yanti KerLiP, Ketua Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan
(KerLiP) dan Kordinator Pendidikan dan IPTEK Planas Pengurangan Risiko
Bencana
132. Titi alexia.
133. Arif Nur Alam
Direktur Eksekutif IBC
134. Damar Haposan
135. Farah Diba – Gerakan Nurani Ibu
136. Mawar Angelina
137. Bonnie - Ayu Rai Laksmini
138. Elvi Hadriany (KPAI daerah Sumatera Utara)
- Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Wilayah Sumatera Utara
139. Opien – Jakarta
140. Domidoyo Ratupenu
141. Pardamean Romualdo Napitu --> Organisasi Perubahan Sosial
Indonesia (OPSI)
142. Nurhidayah
Solidaritas Perempuan Jabotabek
143. Deedee Achriani- Jurnal Perempuan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment